Cara Membersihkan WordPress via phpMyAdmin

Menjaga situs WordPress agar tetap cepat dan stabil bukanlah hal yang mudah, terutama ketika jumlah konten terus bertambah. Seiring berjalannya waktu, database WordPress akan dipenuhi berbagai data yang sebenarnya tidak lagi dibutuhkan, seperti draf otomatis, revisi postingan, konten yang telah dihapus, komentar spam, serta data sementara. Akumulasi data ini dapat berdampak langsung pada performa situs. Melalui panduan ini, kita akan membahas cara membersihkan database WordPress dengan menghapus data yang tidak perlu secara langsung menggunakan phpMyAdmin.

Sebelum masuk ke langkah teknis, penting untuk memahami alasan mengapa pembersihan database perlu dilakukan, jenis data apa saja yang biasanya menumpuk, serta bagaimana tahapan pembersihannya menggunakan phpMyAdmin.

Alasan Membersihkan Database WordPress

Database WordPress berfungsi sebagai pusat penyimpanan seluruh konten dan konfigurasi situs, mulai dari postingan, halaman, komentar, pengaturan tema dan plugin, hingga berbagai metadata. Walaupun sebagian besar data ini penting, banyak elemen yang sebenarnya sudah tidak digunakan, seperti revisi lama, draf otomatis, komentar spam, dan transient yang kedaluwarsa. Data-data ini dapat membuat database semakin besar tanpa manfaat nyata. Berikut beberapa alasan utama untuk melakukan pembersihan database:

  1. Meningkatkan Kinerja/Performa Situs
    Database yang terlalu besar membuat WordPress membutuhkan waktu lebih lama untuk memproses dan mengambil data. Dengan menghapus data yang tidak diperlukan, kueri database menjadi lebih efisien sehingga situs dapat dimuat lebih cepat.
  2. Proses Backup dan Restore Lebih Ringan
    Ukuran database yang besar menyebabkan proses pencadangan memakan waktu dan sumber daya lebih banyak. Database yang lebih ramping akan mempercepat proses pencadangan atau  backup serta memudahkan pemulihan data jika terjadi masalah.
  3. Menghemat Ruang Penyimpanan Server
    Data yang menumpuk di database turut menghabiskan kapasitas penyimpanan, terutama pada layanan hosting dengan ruang terbatas. Membersihkan data yang tidak penting membantu mengosongkan ruang untuk kebutuhan yang lebih krusial.
  4. Kemudahan Pengelolaan dan Keamanan
    Database yang terorganisir lebih mudah dirawat dan dipantau. Data yang sudah tidak relevan berpotensi menimbulkan error atau celah keamanan jika dibiarkan terlalu lama.

Setelah memahami manfaatnya, mari kita bahas jenis data apa saja yang biasanya menjadi penyebab pembengkakan database WordPress.

Jenis Data Tidak Penting dalam Database WordPress

Berikut beberapa jenis data yang umum ditemukan dan layak untuk dibersihkan:

  1. Draf Otomatis

WordPress secara berkala menyimpan draf otomatis saat Anda menulis atau meng-edit konten. Fitur ini memang berguna untuk mencegah kehilangan data, tetapi draf tersebut sering tetap tersimpan meskipun artikel sudah dipublikasikan. Akibatnya, database menjadi penuh oleh draf yang sudah tidak digunakan.

  1. Revisi Postingan

Setiap perubahan pada postingan atau halaman akan disimpan sebagai revisi. Jika sebuah artikel sering diperbarui, jumlah revisinya bisa sangat banyak. Meskipun berguna untuk melihat versi lama, terlalu banyak revisi hanya akan menambah beban database.

  1. Postingan dan Komentar di Tempat Sampah

Konten yang dihapus tidak langsung dihilangkan dari database, melainkan dipindahkan ke trash. Jika tidak pernah dikosongkan, item-item ini akan terus menumpuk dan memperbesar ukuran database.

  1. Komentar Spam dan yang Belum Disetujui

Komentar spam maupun komentar yang belum di-approve atau disetujui tetap memakan ruang penyimpanan. Menghapusnya tidak hanya membuat kolom komentar lebih rapi, tetapi juga mengurangi beban database.

  1. Transient (Data Sementara)

Transient adalah data sementara yang digunakan oleh WordPress dan plugin untuk meningkatkan performa. Sayangnya, banyak transient yang sudah kedaluwarsa tetap tersimpan dan akhirnya membebani database.

  1. Metadata Nirinduk (orphan)

Metadata yang terkait dengan postingan, komentar, atau pengguna yang sudah dihapus sering kali tidak ikut terhapus. Metadata semacam ini akan terus menumpuk jika tidak dibersihkan secara manual.

Membersihkan Database WordPress Menggunakan phpMyAdmin

phpMyAdmin memungkinkan Anda mengelola database WordPress secara langsung. Namun sebelum memulai, pastikan Anda sudah melakukan backup database untuk menghindari kehilangan data jika terjadi kesalahan.

Langkah 1: Masuk ke phpMyAdmin

  1. Login ke panel hosting (ISPConfig).
  2. Cari tautan atau link ke web ‘phpMyAdmin’ pada bagian database.
  3. Pilih database WordPress yang digunakan oleh situs Anda dalam halaman phpMyAdmin.

Langkah 2: Menghapus Draf Otomatis

Draf otomatis tersimpan di tabel ‘wp_posts‘.

DELETE FROM wp_posts WHERE post_status = 'auto-draft';

Jalankan kueri ini melalui tab SQL untuk menghapus seluruh draf otomatis.

Langkah 3: Menghapus Revisi Postingan

DELETE FROM wp_posts WHERE post_type = 'revision';

Perintah ini akan menghapus semua revisi postingan yang ada di database.

Langkah 4: Mengosongkan Trash

Untuk postingan yang ada di trash:

DELETE FROM wp_posts WHERE post_status = 'trash';

Untuk komentar di trash:

DELETE FROM wp_comments WHERE comment_approved = 'trash';

Langkah 5: Menghapus Spam dan Komentar Belum Disetujui


DELETE FROM wp_comments WHERE comment_approved = 'spam';
DELETE FROM wp_comments WHERE comment_approved = '0';

Langkah 6: Menghapus Transien Kedaluwarsa

DELETE FROM wp_options
WHERE option_name LIKE '_transient_%'
AND option_value < NOW();

Langkah 7: Membersihkan Metadata Nirinduk

Metadata postingan:

DELETE pm FROM wp_postmeta pm
LEFT JOIN wp_posts wp ON wp.ID = pm.post_id
WHERE wp.ID IS NULL;

Metadata komentar:

DELETE FROM wp_commentmeta
WHERE comment_id NOT IN (SELECT comment_ID FROM wp_comments);

Tips Pemeliharaan Database WordPress

  1. Backup secara berkala sebelum melakukan perubahan apa pun.
  2. Gunakan plugin optimasi database seperti WP-Optimize atau Advanced Database
  3. Cleaner untuk pembersihan otomatis.
  4. Batasi jumlah revisi dengan menambahkan kode berikut ke ‘wp-config.php‘:
define( 'WP_POST_REVISIONS', 3 );
  1. Lakukan pembersihan rutin agar database tetap ringan dan performa situs terjaga.

Penutup

Membersihkan database WordPress secara berkala dapat memberikan dampak besar terhadap kecepatan situs, efisiensi penyimpanan, dan kemudahan pengelolaan backup. Meskipun plugin dapat membantu, menggunakan phpMyAdmin memberi Anda kendali penuh untuk menjalankan kueri SQL sesuai kebutuhan. Dengan menghapus draf otomatis, revisi, spam, dan data sementara, database WordPress akan tetap optimal dalam jangka panjang.

Jangan lupa untuk selalu melakukan pencadangan sebelum membersihkan database, dan jadikan perawatan rutin sebagai bagian dari strategi pemeliharaan situs WordPress Anda.